Kuliah Kebidanan

Penyediakan Materi Ilmu Kebidanan

Wanita Sebagai Ibu dan Lansia

Banyak pria hebat menjadikan wanita sebagai sumber inspirasi dan motivasi tertinggi. Selalu ada perempuan kuat dibalik lelaki hebat. Entah itu berperan sebagai ibu, istri, kekasih, atau sahabat. Karena itu, ia dianggap sebagai tonggak-tonggak penyangga sebuah peradaban.

Airmata wanita adalah sejarah terpenting yang sering dipandang sepele. Bukankah tugas mereka memang untuk menangis? Sehingga tidak ada yang mencoba berefleksi dengan air suci itu. Bila tanpa wanita, sejarah pun akan berhenti bergulir!

Ke depan perempuan harus melukis sejarahnya sendiri dengan segala empati dan kejujuran. Untuk itu, perempuan tidak harus merubah kelamin seagai laki-laki. Dan tidak pula mesti meggadaikan harkat kewanitaannya. Paradigma berpikir harus dirombak, eksistensi wanita mesti dikukuhkan pada tempat terhormat di singgasana sejarah.

dalam tulisan ini merupakan potret perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan. Dimana, perempuan diposisikan sebagai ibu, penentu terhadap besarnya sebuah peradaban.

wanita sebagai ibu dan lansia

Juni 6, 2008 - Posted by | Psikologi

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: